THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 12 Oktober 2009

Apa itu Twitter ?

Twitter adalah salah satu layanan social networking dan saat ini merupakan layanan sangat terkenal terutama di Amerika Serikat dan Eropa.


Twitter Logo


Twitter ini berfungsi semacam portal yang berisi daftar kegiatan sehari-hari dari para anggotanya.

Jadi kalau kita tergabung di twitter kita akan tahu apa saja yang lagi dilakukan oleh teman-teman di jaringan kita.

Sistem kerjanya adalah pengirim pesan mengetik teks yang panjangnya ‘hanya’ 140 karakter, kemudian diposting dan bisa dilihat oleh jaringannya. Tujuan teks yang kecil ini selain supaya pembaca tidak cape membacanya, tentu saja kita bisa melihat lebih banyak kegiatan dalam satu halaman. Hal ini sama seperti SMS , yang hanya berisi 160 karakter tapi bisa sangat efektif.

Anda tertarik untuk tahu lebih lanjut ? Silahkan lihat artikel cara mendaftarkan diri di Twitter dan penggunaannya.

KONTROVERSI MIYABI ATAU MARIA OZAWA BIKIN FILM DI INDONESIA IKON AKTRIS PORNO TERPOPULER DI DUNIA SAAT INI



BIOGRAFI :
Nama: Maria Ozawa
Julukan: Miyabi
Lahir: 8 Januari 1986, Hokkaido, Jepang
Ayah: keturunan Kanada-Perancis
Ibu: Jepang
Tinggi Badan : 162 cm
Profesi: AV Idol [ Adult Video Idol ]
Prestasi: sejak 2005 telah membintangi lebih 100 video porno
Penghasilan per bulan: lebih 8.000 USD [ sekitar Rp 75.000.000 ]


SIAPAKAH MIYABI ATAU MARIA OZAWA?

Miyabi terlahir dengan nama Maria Ozawa pada tanggal 8 Januari 1986 di Hokaido, Jepang. Namanya dikenal sebagai salah satu AV Idol (Adult Video Idol) yang mulai muncul sekitar tahun 2005. Sejak saat itu ia sudah membintangi lebih dari lima puluh video porno produksi Jepang, belum termasuk beberapa video kompilasi yang juga mencantumkan namanya.

Tak seperti kebanyakan AV Idol yang memilih karir ini melalui talent scout, Maria justru tertarik bisnis ini ketika ia menonton beberapa video porno milik kakak temannya. Dari sini Miyabi mulai mencari agency hingga akhirnya ia bergabung dengan B-open. Tak lama kemudian Miyabi sudah mendapatkan kontrak untuk membintangi sebuah film porno softcore.

Maria Ozawa kemudian bergabung dengan S1, sebuah studio film porno terkenal di Jepang. Dua tahun bergabung bersama S1, Maria kemudian memutuskan untuk pindah ke Dasdas yang notabene bukan sebuah studio terkemuka. Tapi langkah itu tak membuat popularitas Maria pudar. Maria juga tampil dalam beberapa film non-porno yang di Jepang dikenal dengan sebutan V-Cinema atau film yang diproduksi langsung ke cakram DVD atau VCD.

Konon, Maria sudah mengenal seks sejak ia baru berusia 13 tahun dan mempelajari 48 gaya berhubungan seks dari buku yang ia beli. Meski keluarganya tak menyetujui karir yang dijalani Maria namun cewek ini tetap merasa bangga dengan apa yang ia kerjakan dan hidup layak dari penghasilannya sebagai bintang porno. Dalam satu bulan Maria bisa menghasilkan sekurangnya US$8 ribu dan ia mampu tinggal di apartemen mewah hanya dari penghasilan itu.

sumber: http://www.kapanlagi.com


Kontroversi Maria ‘Miyabi’ Ozawa Siapakah Dia Sebenarnya?

Kontroversi Miyabi di Indonesia terus berlanjut. Sebagian orang sangat menanti aksinya dalam film Menculik Miyabi yang akan diproduksi Maxima. Namun sebagian lain kontra dengan rencananya bermain di film tersebut. Kenapa Miyabi begitu dinanti sekaligus dicaci? Siapakah dia sebenarnya?

Miyabi adalah seorang bintang film dewasa asal Jepang yang memiliki nama asli Maria Ozawa. Dengan wajah campuran Asia-Eropa, Miyabi memiliki ayah keturunan Kanada-Prancis dengan Ibu seorang warga negara Jepang.

Miyabi juga pernah bermain dalam film horor di Taiwan. Film tersebut bertajuk 'Invitation Only'.Menurut sejumlah pengamat film di Jepang, Miyabi adalah fenomena baru dalam dunia industri film dewasa di Asia setelah berakhirnya era Asia Carera pada tahun 90-an karena AIDS. Gadis muda berusia 21 tahun ini dengan sekejap menjadi kaya meskipun, ketika pertamakali terjun di bisnis ini, ia masih tinggal di apartemen yang disewanya sebesar 16 juta rupiah per bulan. Dengan sewa semahal itu lantas berapa gaji yang dia dapatkan sebulan?

Jangan heran jika Miyabi dengan profesi yang digelutinya saat ini bisa mendulang 8000 USD dolar per bulannya (sekitar 75 juta rupiah). Kini ia, sudah tinggal sendiri di apartemen mewah yang lebih mirip dengan mansion lengkap dengan segala perabotan serba wah!

sumber: http://www.lintasberita.com

Line6 Floor POD

Complete Rock 'N' Roll Excess in One Tiny Package!
Floor POD® menawarkan 12 kemampuan model amplifier dan model cabinet terbaik ditambah dengan karakter sound terbaik serta kemudahan penggunaannya pada kaki anda. Sekarang anda telah memiliki karakter suara seperti aslinya dalam situasi apapun yang anda inginkan.

Specifications:
Amp model





  • Modern Hi Gain - based on* Soldano X88R
  • Line 6 Insane - Line 6 Original
  • Treadplate - based on* Mesa/Boogie® Dual Rectifier® Tremoverb
  • Treadplate #2 - based on* Mesa/Boogie® Dual Rectifier® Head
  • Line 6 Crunch #2 - Line 6 Original
  • Brit Hi Gain - based on* Marshall® JCM800
  • Fuzz Box - based on* Arbiter® Fuzz Face through a poweramp
  • Brit Classic - based on* Marshall® Plexi
  • Boutique #3 - based on* Budda Twinmaster
  • Brit Class A - based on* Vox® AC30
  • Black Panel #2 - based on* Fender® Blackface Twin Reverb®
  • Line 6 Clean - Line 6 Original

    Effect
  • Chorus
  • Flanger
  • Phaser
  • Tremolo
  • Delay
  • Sweep Echo
  • Reverb

    Other Effects
  • Noise Gate
  • Compressor
  • Distortion Boost
  • Wah
  • Volume Pedal

    Inputs and outputs
  • Left output
  • right output
  • direct/amp mode switch
  • master volume
  • phones
  • power
  • cd/mp3 input
  • guitar input
  • Pearl Master MCX

    Masters MCX memiliki fitur yang sama yaitu 6 lapis kayu Maple dan Masters drum hardware yang merupakan saudara tua dari Masters Premium MRP.
    Masters MCX memilih lapisan finishing dari bahan glass glitter yang spektakuler dan high-gloss UV laquer dengan hardware chrome yang mempesona.

    Fitur standar termasuk Masters OptiMount, Master Die-Cast hoops, Spurs. Dan floor tom legs serta bracket.
    Tidak akan pernah puas sebelum mendngar suara drum Masters yang legendaris,
    Peningkatan power dan proyeksi yang hebat, serta warm, tone yang gemuk serta sensitivitas dan sustain dari tone Pearl's Master yang legendaris.

    Pearl Masters MCX dihiasi dengan MasterCast Hoops, disediakan die cast hoops, dan fitur yang paduan ketebalan yang sempurna dan massa untuk meningkatkan kedalaman, kejelasan dan fokus pada drum. OptiMount Suspension System memberikan stabilitas, sekaligus memberikan resonansi drum sepenuhnya tanpa pembatasan.
    Master MCX tersedia dalam empat finishing Super High-Gloss Laquer dan tiga High-Qualitas Delmar Covering Glass Glitter, semua finishing dalam drum hardware chrome yang memberikan style dari drum Masters MCX.



    Specifications
    • 6 ply 7.5mm 100% Maple Shells

    • 100% Maple Bass Drum Hoops

    • Masters Bridge Lugs

    • MasterCast Die Cast Hoops

    • OptiMount Tom Holders

    • Molded Rubber Gaskets

    • Remo Heads

    ROLAND TD-4S V-COMPACT ELECTRONIC DRUM SET REVIEW


    Dengan peluncuran terbaru dari Roland TD-4S V-Compact Electronic Drum Set terbaru, Roland TD-4S telah menjadi hit.

    TD-4S dilengkapi dengan TD-4 percussion module terbaru yang memiliki berbagai ekspresif drum kit dan sound, termasuk Ambience terbaru, tuning dan muffling efek. Fitur mesh snare pad Roland yang memiliki keunggulan superior feel dan dual triggering, dengan kecepatan sensitivitas. Rancangan 4 leg drum stand menawarkan posisi yang kuat dan fleksibel dan sebagai center-mount TD-4 sound module, merupakan hal yang tepat untuk kemudahan akses. TD-4S dilengkapi dengan Roland natural playbility cymbal dan real feel high hat cymbal, membuat Anda merasa seperti bermain pada akustik cymbal.

    Saya telah bermain akustik drum lebih dari 28 tahun dan harus jujur saya tidak pernah menyukai drum kit elektronik ketika pertama kali diluncurkan. Namun Roland telah berubah pikiran saya. Sound Module TD-4S yang baru memiliki fitur pilihan suara drum kit yang realistis seperti akustik kit. Dan anda dapat bermain kapan saja anda inginkan hanya dengan plugging dalam satu set headphone.

    Merekam fitur dengan cepat dan telah di sediakan dalam drum coach, merupakan dua alasan lainnya mengapa TD-4S menjadi pemenang. Anda dapat dengan mudah merekam permainan anda sendiri dan memutar ulang kembali untuk mendengarkannya serta mempelajari kembali di bagian mana permainan anda perlu perbaikan dan digunakan untuk latihan serta dapat juga digunakan untuk ketukan dan mengukur tempo, saat Anda bermain secara real time.

    Saya sangat terkesan dengan adanya fitur tuning dan muffling. Dengan mengakses fine tune suara dari snare dan menambahkan ekspresi toms tambahan yang tidak dapat anda temukan pada elektronik drum kit lainnya.

    Semua hal yang baru dan desain yang baik serta fitur terbaru dari Roland, sebagai pelopor di dunia elektronik percussion, pasti menawarkan sesuatu yang terbaik untuk setiap drummer. Apakah anda seorang professional atau pemula, Roland TD-4S V-Compact drum kit adalah tempat yang tepat untuk memulainya serta harganya yang sangat terjangkau, saat in adalah waktu yang tepat untuk memulai permainan drum.

    Musikmesse International Press Award memberikan penghargaan untuk kategori Electronic Drum terbaik tahun 2009.

    Bahan dari http://roland-vdrums.com/roland-td-4s-v-compact-electronic-drum-set-review.

    Sekilas Kamera Digital, Fujifilm FinePix S1500

    Harga yang tak terlalu mahal dengan kemampuan yang memuaskan adalah keunggulan kamera keluaran FujiFilm ini. Bila Anda mencari kamera yang punya kemampuan lebih dari kamera saku namun tak merepotkan seperti kamera Digital Single Lens Reflex (DSLR), Fujifilm FinePix S1500 ini bisa jadi adalah pilihan yang tepat.

    Fujifilm FinePix S1500

    Banyak kesamaan antara Fujifilm FinePix S1500 ini dengan Fujifilm FinePix S1000fd. Bodi kedua kamera ini sangat mirip sementara kemampuan sensornya juga tak berbeda. Kamera ini menggunakan sensor CCD berukuran 1/2.3 inci dengan kemampuan 10 megapixel. Lensa yang digunakan pun tetap sama, lensa dengan kemampuan optical zoom 12x. Bahkan layar monitor yang ada di belakang pun tetap menggunakan layar LCD seluas 2,7 inci.

    Memang tak semua bagian dari kedua kamera ini sama. Fitur image stabilisation-nya, misalnya, sudah menggunakan teknologi sensor shift seperti yang pertama kali diperkenalkan pada kamera FinePix S2000HD. Fitur lain yang juga berbeda adalah sistem tracking autofocus yang mampu menempatkan objek dalam fokus meskipun objek ini bergerak, selama masih tetap di dalam frame.

    Fujifilm FinePix S1500

    Sayangnya Fujifilm FinePix S1500 ini masih belum dilengkapi dengan kemampuan untuk merekam video dalam format high definition, sesuatu yang mulai menjadi lumrah belakangan ini. Video hasil rekaman hanya memiliki resolusi 640 x 480 pixel saja dan hasilnya dapat disimpan pada kartu memori berformat SD/SDHC. Audio yang ditangkap pun hanya berformat mono tapi yang menarik adalah bahwa fungsi zoom tetap dapat berfungsi pada saat merekam video ini.

    Performa Fujifilm FinePix S1500 ini juga tak jauh beda dengan S100fd. Kamera ini baru siap mengambil gambar setelah lebih dari dua detik dari saat kamera dihidupkan. Jeda antara satu proses pengambilan gambar dengan yang berikutnya sekitar tiga detik sementara bila menggunakan mode burst shot, kamera ini mengambil satu gambar setiap detiknya dan kecepatan ini menurun setelah empat pengambilan gambar.

    Fujifilm FinePix S1500

    Gambar hasil bidikan terlihat tajam dan cerah dengan warna yang cukup akurat. Sayangnya lensa masih tetap menunjukkan gejala barrel distortion. Noise tak terlihat sampai ISO 400 namun mulai nampak seiring naiknya pengaturan ISO. Secara keseluruhan, kamera yang dijual dengan harga US$330 atau sekitar Rp3,3 jutaan ini masih tetap menarik. Tak heran juga jika Trusted Reviews memberikan nilai 8 dari 10 untuk Fujifilm FinePix S1500 ini.

    SPESIFIKASI:
    Sensor:1/2.3-inch CCD (10 megapixel)
    Lensa:Fujinon
    Zoom:12x optical, 5.7x digital
    Viewfinder:0.2-inch Electronic viewfinder
    LCD Monitor:2.7-inch TFT color LCD
    Maximum Aperture:Wide: F2.8 - F6.4, Telephoto: F5.0 - F8.0, max 5 steps in 1/3 EV increment
    Shutter Speed:(Auto mode) 1/4sec. to 1/2000sec., (All other modes) 8sec. to 1/2000sec.
    White Balance:Fine, Shade, Fluorescent light (Daylight), Fluorescent light (Warm white), Fluorescent light (Cool white), Incandescent light
    Flash:Auto flash
    Shooting Modes:Portrait, Landscape, Sport, Night, Night (Tripod), Natural Light, Fireworks, Sunset, Snow, Beach, Museum, Party, Flower, Text
    Photo Effects:-
    Storage Media:23MB + SD/SDHC card
    File Format:JPEG
    Interfaces:USB
    Dimensi:102.5 x 73 x 67.8mm
    Situs Resmi:www.fujifilm.com

    Fuji S200EXR : kamera prosumer bersensor EXR pertama dari Fuji

    Seperti yang sudah lama dirumorkan, Fujifilm akhirnya benar-benar meluncurkan kamera prosumer dengan sensor SuperCCD EXR yang bernama FinePix S200EXR. kamera ini menjadi penerus dari kamera S100FS yang meraih banyak penghargaan di tahun lalu berkat kualitas hasil foto, kemampuan dynamic range yang tinggi dan lensanya yang bisa diputar seperti lensa SLR.

    Berikut daftar spesifikasi kamera beresolusi 12 MP ini :

    • Super CCD EXR 1/1.6”
    • EXR Priority Modes (HR, DR, SN) plus manual mode P/A/S/M
    • EXR Auto Mode
    • Lensa zoom Fujinon 30.5mm- 436mm (14x zoom) yang bisa diputar manual
    • Bukaan maksimum diafragma f/2.8 (wide) hingga f/5.3 (tele) dan minimum f/11
    • LCD berukuran 2.7” dengan resolusi 230.000 titik
    • Electronic View Finder (EVF), ukuran 0.2” dengan 200.000 titik
    • ISO 100-3200, bisa dipaksa ke ISO 12800 pada resolusi 3MP
    • Pro Focus Mode / Pro Lowlight Mode
    • Dual Image Stabilization
    • 5 Film Simulation Modes
    • Dynamic Range dapat dinaikkan hingga 800 %
    • Face Detection 3.0 dengan Automatic Red-eye removal
    • 3 macam fitur bracketing (Dynamic Range, Film Simulation dan Auto Exposure)
    • Super Intelligent Flash
    • bisa save sekaligus dua macam file format : JPEG dan CCD RAW (EXR)
    • VGA movie 640 x 480, 30 fps, (ya, masih tanpa HD movie)

    Fuji FinePix S200EXR (credit : DCRP resource)

    Khusus pada kamera S200EXR ini juga tersedia dua fitur kelas pro (yang tidak terdapat pada Fuji F200EXR) yaitu :

    • Pro Focus Mode bekerja dengan mengambil 2 atau 3 foto dan menganalisa jarak antara subjek dengan latar lalu membuat foto dengan latar blur seperti DSLR
    • Pro Low-light Mode bekerja dengan mengambil 4 foto ISO tinggi dengan teknik Pixel Fusion lalu digabung jadi sebuah foto yang rendah noise.

    Adapun hal-hal positif yang tetap dipertahankan dari kamera sebelumnya adalah :

    • bermacam mode Film Simulation
    • multi bracketing (yang unik adalah dynamic range bracketing : 100, 200, and 400%)
    • desain lensa dengan manual zoom
    • selektor AF mode dan metering mode pada bodi kamera (tidak harus masuk ke menu)
    • bermacam pilihan Auto ISO (ISO maksimum bisa dibatasi pada ISO 400, 800, 1600 atau 3200)
    • dukungan pada flash eksternal, bahkan teknologi flash S200EXR inipun kini sudah mengarah pada konsep TTL flash DSLR dengan intensitas cahaya yang bisa diatur sesuai jarak objek terhadap kamera

    Perbedaan yang mendasar antara Fuji S200EXR dengan S100FS adalah :

    • ukuran sensor : sensor EXR pada S200EXR justru lebih kecil (0,62 inci) dibanding sensor Super CCD pada S100FS (0,66 inci)
    • lensa : di posisi wide, lensa pada S200 EXR kurang wide (30mm) dibanding lensa S100FS (28mm) akibat konsekuensi sensor yang berukuran lebih kecil
    • ukuran dan jenis LCD : LCD pada S200 EXR sedikit lebih besar (2,7 inci) namun fix dibanding LCD S100FS (2,5 inci) namun bisa dilipat

    Hal-hal yang sayangnya tidak disempurnakan oleh Fuji pada S20EXR ini adalah :

    • tidak ada fitur HD movie, bahkan HD 720p pun tidak
    • tidak tampak ada peningkatan dalam hal kinerja auto fokus dan metering
    • resolusi EVF masih kurang besar dan tajam

    Terlepas dari kekurangan minor diatas, tak diragukan lagi kalau kehadiran Fuji S200EXR ini memberikan angin segar bagi dunia fotografi digital khususnya kelas kamera prosumer. Standar baru kini telah ditetapkan, sebuah kamera dengan desain yang amat mirip dengan DSLR, lensa zoom yang diputar manual, sensor yang serba bisa, kinerja tinggi dan hasil foto yang berkualitas, telah menjadi alternatif bagi mereka yang ingin membeli DSLR namun dananya tidak mencukupi. Siapa bilang era prosumer sudah berakhir?